Sabtu, 19 Juli 2014

Pengaruh transaksi internet dalam perilaku TSI

Di zaman modern seperti sekarang, kehidupan manusia tak bisa lepas dari teknologi, apalagi yang bernama internet. Manfaat internet bagi masyarakat di Indonesia memang cukup banyak dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia pun tak hanya menggunakan internet sebagai media untuk meringankan pekerjaan, tapi juga untuk hal lain seperti bergaul atau bahkan mencari penghasilan tambahan.

Dengan adanya transaksi melalui internet, orang orang di dunia dapat melakukan kegiatan jual beli tanpa bertatapan muka. Dengan adanya situs jual beli online baik yang lokal seperti Bhineka, dan juga situs jual beli online yang ada di luar seperti e-Bay kemudahan untuk mendapatkan barang yang kita inginkan dapat dengan mudah kita dapatkan.

Transaksi internet juga tidak hanya sebatas jual atau membeli barang. Transaksi seperti pembayaran listrik, telepon, tagihan cicilan rumah, pembayaran asuransi, internet. Tidak hanya itu, banyak juga karyawan dan mahasiswa yang menggunakan internet untuk melakukan transaksi file kerja atau tugas kuliah   

Kelebihan dari adanya transaksi melalui internet ini adalah
- Setiap orang dapat dengan mudah membayar atau membeli barang yang diinginkan.
- Tidak perlu lagi pergi keluar negeri untuk membeli barang yang tidak ada di dalam negeri karena bisa dibeli secara online .
- Memudahkan dalam pembayaran berbagai cicilan kebutuhan pribadi  
- Meningkatkan sektor ekonomi dunia.

Kekurangan dari adanya transaksi melalui internet dalam perilaku teknologi sistem informasi adalah
- Rawan terjadi penyadapan kepada akun pembayaran elektronik.
- Banyak bermunculan situs-situs toko online yang tidak benar (menipu)
- Dapat meningkatnya angka kriminalitas.
- Terkadang barang yang dikirim kepada konsumen merupakan barang rekondisi/barang palsu

Dengan kata lain internet sangat memudahkan aktivitas orang-orang diberbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, pelajar, karyawan, konsumen dan lain-lain. Internet bisa digunakan orang untuk keperluan yg baik maupun untuk berbuat jahat. Untuk itu kita dalam member barang melalui situs online sebaiknya agar lebih cermat dan teliti agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.       

Kamis, 20 Maret 2014

Etika penggunaan materi di internet dalam kebutuhan pekerjaan

Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi sudah sedemikian cepat sehingga merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari. Tanpa disadari produk teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia di Indonesia. Penggunaan televisi, telepon, fax, handphone, internet. dan sekarang Penggunaan internet sudah bukan menjadi hal yang aneh dan baru lagi, khususnya di kota-kota besar. Mulai dari orang tua sampai anak-anak pun tak ketinggalan untuk mengikuti perkembangan jaman yang begitu pesat ini.

Manfaat kehadiran internet dalam semua bidang kehidupan kita dapat dirasakan secara nyata. Mulai dari hiburan, pendidikan, sosial budaya hingga usaha dan bisnis sangat terbantu dengan adanya internet. Seorang pemilik perusahaan harus menyadari kekuatan internet yang besar ini bagi perusahaannya. Setidaknya ia harus mengadopsi teknologi internet jika ingin perusahaannya lebih maju. Berikut adalah manfaat internet bagi perusahaan:

ü  Menciptakan basis bagi klien atau pelanggan

ü  Analisa produk dan pasar Internet dapat dijadikan tempat yang baik utuk melakukan riset pemasaran karena produsen atau perusahaan dapat langsung berhadapan dengan pelangganya

ü  Menciptakan dan meningkatkan brand image

ü  Sebagai media promosi  

Selain untuk urusan bisnis, internet juga sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan Misalnya : untuk keperluan E-learning, Penjualan E-book dan pencarian Referensi buku melalui perpustakaan digital.  

Dalam menggunakan materi yang di dapat dari internet untuk kebutuhan pekerjaan, hendaknya kita memahami aturan-aturan atau kode etik yang sudah ditetapkan pemerintah dalam UU ITE, dengan tidak melakukan plagiarism dsb.


  

Kamis, 30 Januari 2014

Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Mengunder Estimate Kemampuan Diri Sendiri

Perkembangan zaman dari waktu-kewaktu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh berbagai aspek, termasuk aspek teknologi. Dengan berkembangnya zaman, maka sudah dapat dipastikan bahwa teknologi pun harus ikut berkembang. Salah satu teknologi yang telah dikenal adalah Google Chrome

Google Chrome adalah sebuah penjelajah web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit. WebKit adalah sebuah mesin layout yang didesain agar penjelajah web dapat merender halaman web. Fungsi dan kegunaan google chrome sama dengan mozilla firefox dan aplikasi web browser lainnya yang berfungsi untuk menampilkan halaman-halaman web di internet

Tidak bisa dipungkiri pada saat ini banyak sekali orang-orang menggunakan mesin pencarian ini untuk mendukung berbagai aspek kegiatan misalnya untuk mempromosikan berbagai produk jualan, promosi sekolah, universitas, kantor pemasaran perumahan dll.

Menurut saya dalam menggunakan mesin pencarian google ini hendaknya kita menggunakannya dengan bijak, dengan menggunakannya hanya untuk hal-hal yang positif misalnya untuk mencari materi tambahan pelajaran, membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dsb.


Dengan adanya google banyak orang yang jadi malas mikir dan malas belajar karena banyak sekali orang yang bergantung dengan mesin pencari ini, dengan kemajuan teknologi harusnya kita tidak terlalu bergantung sepenuhnya pada google dan harus percaya dengan kemampuan diri sendiri             

Minggu, 01 Desember 2013

Etika penggunaan mesin pencari di internet dalam membuat tugas penulisan

Search Engine atau mesin pencari adalah suatu fasilitas yang pasti pernah digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista, Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya.

Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat dengan cepat menemukan keyword  atau kata kunci yang dituliskan oleh pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.

Dengan adanya mesin pencari, semua hal bisa dicari dengan cepat dan tepat. Karna itu mesin pencari sering digunakan oleh pelajar untuk mencari referensi tugas penulisan. Cukup dengan membuka smartphone atau laptop yang dipunya oleh pelajar tersebut, informasi dan data untuk tugas penulisan langsung bisa didapatkan. Tetapi sayang banyak pelajar yang melupakan etika dari menyunting informasi yang didapat dari mesin pencari. Masih banyak ditemukan bahwa pelajar tersebut melakukan pembajakan atau memplagiat bahwa tulisan tersebut hasil dari pemikirannya sendiri.

Namun dalam menggunakan mesin pencari ini kita hendaknya mematuhi segala peraturan-peraturan yang telah diterapkan pemerintah di dalam UU ITE dan HAKI agar kita terhindar dari sangsi/masalah. Oleh karena itu dalam mengerjakan tugas dengan menggunakan mesin pencari biasakan mencantumkan sumber dari penulisan tugas yang kita buat, jangan mengcopas karya orang tanpa menuliskan sumber, dan jangan pernah mengakui hasil penulisan/karya orang dll.



Minggu, 27 Oktober 2013

Netiquette Dalam Berkomunikasi di Era Sosial Media

Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media social yang biasa duganakan antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Dengan social media banyak sekali keuntungan yang didapat seperti : sebagai alat komunikasi, mencari pertemanan, mencari koneksi, promosi, jualan, dan lain sebagainya.
Dalam menggunakan social media dibutuhkan suatu Netiquette agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Netiquette" adalah kombinasi dari kata "internet" dan "etiket”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pedoman yang ditetapkan untuk perilaku yang tepat dan perilaku yang baik di Internet. Ketika berkomunikasi menggunakan internet, kita tidak bertatap muka dengan dengan pihak lain. Oleh karena itu, netiquette penting untuk menghindari perseteruan akibat salah memahami maksud dan makna yang disampaikan orang lain.
Berikut ini adalah Netiquette dalam menggunakan social media :
-          Berfikirlah sebelum kamu bicara, berbuat, mengepost artikel
-          Menyadari bahwa Beberapa detik setelah klik mempublish status/artikel, orang-orang di seluruh dunia berkemungkinan membaca.
-          Jadilah orang baik di internet! mulutmu harimaumu. apa yang kamu tulis,share,post sesuai dengan cerminan dirimu.
-          Hormati hak pribadi (privacy) orang lain!
-          Jangan mengumbar informasi pribadi di internet. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan.
-          memastikan bahwa tulisan yang saya buat tidak mengandung SARA, karna bagi saya SARA adalah salah satu yang harus saya hindari dalam membuat status di media sosial.

Jumat, 14 Juni 2013

RANGKUMAN BUKU SISTEM BASIS DATA 1

NAMA            : AHMAD ROMDONI
NPM               : 10110410
KELAS           : 3KA15
TUGAS           : BAHASA INDONESIA 2
RANGKUMAN BUKU SISTEM BASIS DATA 1  PENYUSUN : bertalya, Skom., DEA, Hurnaningsih, Skom., MMsi 

BAB I             PENGANTAR BASIS DATA
Penerapan Basis Data
Basis data merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan secara logikal, dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Sistem basis data adalah gabungan antara basis data dan perangkat lunak Sistem Manajemen Basis Data
-          Komponen Sistem Basis Data terdidiri dari : data, perangkat keras, perangkat lunak, pengguna 
-          Keuntungan Pemakaian Basis Data : terkontrolnya kerangkapan data, terpeliharanya kekonsistenan data, data dapat dipakai secara bersama, keamanan data terjamin, terpeliharanya integritas data
-          Kerugian Pemakaian Basis Data  : membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar, dibutuhkan tenaga yang terampil untuk mengelola data, perangkat lunak mahal.     

BAB II            LINGKUNGAN BASIS DATA
Arsitektur Basis Data
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pengguna terhadap basis data dan pembuatan basis data secara fisik yaitu :
-          Eksternal : cara pandang pengguna terhadap basis data
-          Konseptual : kumpulan cara pandang pengguna terhadap basis data
-          Internal : perwujudan basis data dalam computer

Bahasa Dalam DBMS
Database Management Systems (DBMS) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Bahasa yang termasuk dalam DBMS adalah :
-          Data definition language (DDL) : untuk mendefiniskan struktur atau kerangka dari basis data
-          Data manipulation language (DML) : untuk memanipulasi data dalam suatu sistem basis data
 Model data terdiri dari : model data berbasis objek, record, hirarki

BAB III          MODEL RELATIONAL
Karakteristik relasi :
-          Setiap relasi harus mempunyai nama yang harus berbeda dengan relasi lainnya
-          Setiap sel dari relasi mempunyai hanya satu nilai atau atomic
-          Setiap atribut mempunyai nama yang berbeda
Kunci relasi :
-          Super key (kunci super)
-          Candidate key (kunci kandidat)
-          Primary key (kunci utama)
-          Alternate key (kunci alternatif)
-          Composite key (kunci komposit)
-          Foreign key (kunci asing)
Aturan keintegritasan terdiri dari : entity intergrity dan referential integrity
Bahasa query teridiri dari :
-          Bahasa query formal terdiri dari : terprosedur, tanpa prosedur
-          Bahasa query komersial contohnya :
a.       Structure query language (SQL) merupakan kombinasi aljabar dan kalkulus relational
b.      Query language (QUEL) berdasarkan pada kalkulus relasional tupelo
c.       Query by example (QBE) berdasarkan pada kalkulus relational domain

BAB IV          STRUCTURED QUERY LANGUAGE
Komponen-komponen SQL terdiri dari :
a.       Data Definition Language (DDL) digunakan untuk mendefiniskan data dengan menggunakan perintah : create, drop, alter
b.      Data Manipulation Language (DML) digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : select, insert, update, delete.
c.       Data Control Language (DCL) digunakan untuk mengontrol hak para pengguna data dengan perintah: grant, revoke

BAB V            SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA RELATIONAL
DB2 merupakan relational database management system (RDBMS) yang memungkinkan pengguna melakukan CREATE, UPDATE dan CONTROL terhadap basis data relasional dengan menggunakan SQL. DB2 didesain untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam bisnis berskala kecil maupun besar.
Kelebihan DB2:
-          Memenuhi kebutuhan bisnis untuk aplikasi-aplikasi baru
-          Menawarkan open hardware dan system integration

BAB VI          MODEL DATA ENTITY-RELATIONSHIP   
Model data Entity-Relationship (ER) merupakan model data konseptual tingkat tinggi yang dikembangkan oleh Chen pada tahun 1976 untuk memfasilitasi perancangan basis data. Konsep dasar ER terdiri dari : entitas, atribut dan relationship.
Proses transformasi diagram ER ke database relasional terdiri dari :
1.        Transformasi Entitas Kuat
2.         Transformasi Atribut Bernilai Banyak
3.         Transformasi Entitas lemah
4.         Transformasi Relationship Berderajat satu 1:N
5.         Transformasi Relationship Berderajat Satu M:N
6.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan Partisipasi Total
7.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan Salah Satu Berpartisipasi Total
8.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan keduanya Berpartisipasi Parsial
9.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:N dan Sisi N Berpartisipasi Total
10.      Transformasi Relationship Berderajat dua 1:N dan Sisi N Berpartisipasi Parsial
11.      Transformasi Relationship Berderajat dua M:N
12.     Transformasi Relationship Berderajat tiga

BAB VII         NORMALISASI
Normalisasi adalah suatu teknik untuk memproduksi suatu rangkaian relasi-relasi dengan property-properti yang diinginkan untuk memenuhi permintaan-permintaan data suatu organisasi
Proses normalisasi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
-          First Normal Form/1NF ( Bentuk Normal Pertama )
-          Second Normal Form/2NF ( Bentuk Normal Kedua )
-          Third Normal Form/3NF ( Bentuk Normal Ketiga )






Senin, 19 November 2012

MANAJEMEN KONFLIK


BAB I 
PENDAHULUAN

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
 Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
 Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

BAB II
TEORI

Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.
Macam-macam Konflik
1. Konflik didalam individu:
konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama:
konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau perbedaan-perbedaan kepribadian.
3. Konflik antar individu dan kelompok:
konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, contohnya seseorang yang dihukum karena melanggar norma-norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama: 
adanya pertentangan kepentingan antar kelompok.
5.Konflik antar organisasi
6. Akibat adanya bentuk persangingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. 
Konflik semacam ini diakui sebagai sarana untuk mengembangkan produk baru, teknologi, jasa-jasa, harga yang lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.

 Sebab-sebab Timbulnya Konflik
            Faktor-faktor  yang dapat menimbulkan adanya konflik  dalam suatu organisasi antara lain adalah :
1. Berbagai sumber daya yang langka
Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik.
2. Perbedaan dalam tujuan
Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratan-persyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketat dan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. Apabila hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana yang cukup besar.
3. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan
Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian.
4. Perbedaan dalam nilai atau persepsi
Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugas-tugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugas-tugas rutin tersebut merupakan bagian dari pelatihan.
5. Sebab-sebab lain
Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi.
Contoh kasus
TAWURAN pelajar seakan menjadi hal yang turun temurun diwariskan dari pelajar yang satu kepada pelajar lainnya. Belum lama kita melihat dan mendengar tewasnya seorang pelajar SMA akibat tawuran, terjadi lagi kasus yang sama. Kali ini siswa SMK tewas terbunuh di kawasan Jakarta Pusat akibat tawuran antarpelajar. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Pemerintah Daerah, dan pihak sekolah yang terkait. Selama dua tahun terakhir, Komisi Nasional Anak mencatat, telah terjadi 139 kasus tawuran dan menewaskan 36 pelajar pada tahun 2011. Sedangkan dari awal tahun 2012 sampai september, kasus tawuran antar pelajar mencapai 127 kasus dan menewaskan 26 pelajar.
Dari rentetan kasus tawuran tersebut, sebenarnya tawuran yang terjadi hanya karena masalah sepele atau ringan. Penyebab sepele ini akhirnya menyulut tindak kekerasan yang dilakukan antarpelajar hingga berujung tewasnya beberapa siswa.
Penyebab penyebab tawuran tersebut sebenarnya hanya karena masalah ringan. Misalkan, ada sebuah kelompok pelajar yang menamai mereka sebagai pelajar dari sekolah A yang mempunyai tujuan untuk menguasai tempat berkumpulnya pelajar atau tempat nongkrong tertentu. Tapi tiba-tiba pelajar dari sekolah lain (sekolah B) juga memilki keinginan yang sama. Akhirnya untuk mencapai tujuan tersebut, para pelajar yang masih berjiwa labil mudah frustasi dan emosi. Pada tahap ini, mereka cenderung akan memotivasi diri untuk saling menguasai tempat tersebut walau harus saling melukai.
 
Sebenarnya masih banyak lagi penyebab terjadinya tawuran selain berebutan tempat. Contoh saling ejek antara pelajar sekolah A dan sekolah B, dan adanya dendam antara satu pelajar sekolah A kepada pelajar sekolah B, yang menular kepada pelajar yang lain. Dari situlah timbul rasa untuk saling menguasai dan mencapai tujuan di antara para pelajar walau harus saling melukai.

BAB III
PEMBAHASAN

Strategi Mengatasi Konflik
Menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima langkah meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan:
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
2. Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.

Stevenin (1993 : 139-141) juga memaparkan bahwa ketika mengalami konflik, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tengah-tengah konflik, yaitu:
1. Jangan hanyut dalam perebutan kekuasaan dengan orang lain. Ada pepatah dalam masyarakat yang tidak dapat dipungkiri, bunyinya: bila wewenang bertambah maka kekuasaan pun berkurang, demikian pula sebaiknya.
2. Jangan terlalu terpisah dari konflik. Dinamika dan hasil konflik dapat ditangani secara paling baik dari dalam, tanpa melibatkan pihak ketiga.
3. Jangan biarkan visi dibangun oleh konflik yang ada. Jagalah cara pandang dengan berkonsentrasi pada masalah-masalah penting. Masalah yang paling mendesak belum tentu merupakan kesempatan yang terbesar.

Menurut Wijono (1993 : 42-125) strategi mengatasi konflik, yaitu:

1. Strategi Mengatasi Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
Menurut Wijono (1993 : 42-66), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tujuh strategi yaitu:
1) Menciptakan kontak dan membina hubungan
2) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
3) Menumbuhkan kemampuan /kekuatan diri sendiri
4) Menentukan tujuan
5) Mencari beberapa alternatif
6) Memilih alternatif
7) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar

2. Strategi Mengatasi Konflik Antar Pribadi (Interpersonal Conflict)
Menurut Wijono (1993 : 66-112), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tiga strategi yaitu:

1) Strategi Kalah-Kalah (Lose-Lose Strategy)
Beorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah (berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalam konflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagai penengah.
Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu. Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yang berselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipe utama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:
a. Arbitrasi (Arbitration)
Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim dan penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.
b. Mediasi (Mediation)
Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidak mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

2) Strategi Menang-Kalah (Win-Lose Strategy)
Dalam strategi saya menang anda kalah (win lose strategy), menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik
dengan win-lose strategy (Wijono, 1993 : 44), dapat melalui:
a. Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik antara dua atau lebih pihak yang kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas (task independence).
b. Taktik-taktik penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakan perdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinya konfrontasi terhadap perbedaan dan kekaburan dalam batas-batas bidang kerja (jurisdictioanal ambiquity).
c. Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yang relevan dengan konflik, karena adanya rintangan komunikasi (communication barriers).
d. Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formal dengan menunjukkan kekuatan (power) melalui sikap otoriter karena dipengaruhi oleh sifat-sifat individu (individual traits).
e. Taktik-taktik yang berorientasi pada tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

3) Strategi Menang-Menang (Win-Win Strategy)
Penyelesaian yang dipandang manusiawi, karena menggunakan segala pengetahuan, sikap dan keterampilan menciptakan relasi komunikasi dan interaksi yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat saling merasa aman dari ancaman, merasa dihargai, menciptakan suasana kondusif dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing dalam upaya penyelesaian konflik. Jadi strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.
Strategi menang-menang jarang dipergunakan dalam organisasi dan industri, tetapi ada 2 cara didalam strategi ini yang dapat dipergunakan sebagai alternatif pemecahan konflik interpersonal yaitu:
a. Pemecahan masalah terpadu (Integrative Problema Solving) Usaha untuk menyelesaikan secara mufakat atau memadukan kebutuhan-kebutuhan kedua belah pihak.
b. Konsultasi proses antar pihak (Inter-Party Process Consultation) Dalam penyelesaian melalui konsultasi proses, biasanya ditangani oleh konsultan proses, dimana keduanya tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dengan kekuasaan atau menghakimi
salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat konflik

3. Strategi Mengatasi Konflik Organisasi (Organizational Conflict)
Menurut Wijono (1993, pp.113-125), ada beberapa strategi yang bisa dipakai untuk mengantisipasi terjadinya konflik organisasi diantaranya adalah:

1) Pendekatan Birokratis (Bureaucratic Approach)
Konflik muncul karena adanya hubungan birokratis yang terjadi secara vertikal dan untuk menghadapi konflik vertikal model ini, manajer cenderung menggunakan struktur hirarki (hierarchical structure) dalam hubungannya secara otokritas. Konflik terjadi karena pimpinan berupaya mengontrol segala aktivitas dan tindakan yang dilakukan oleh bawahannya. Strategi untuk pemecahan masalah konflik seperti ini biasanya dipergunakan sebagai pengganti dari peraturan-peraturan birokratis untuk mengontrol pribadi bawahannya. Pendekatan birokratis (Bureaucratic Approach) dalam organisasi bertujuan mengantisipasi konflik vertikal (hirarkie) didekati dengan cara menggunakan hirarki
struktural (structural hierarchical).

2) Pendekatan Intervensi Otoritatif Dalam Konflik Lateral (Authoritative Intervention in Lateral Conflict)
Bila terjadi konflik lateral, biasanya akan diselesaikan sendiri oleh pihak-pihak yang terlibat konflik. Kemudian jika konflik tersebut ternyata tidak dapat diselesaikan secara konstruktif, biasanya manajer langsung melakukan intervensi secara otoratif kedua belah pihak.

3) Pendekatan Sistem (System Approach)
Model pendekatan perundingan menekankan pada masalah-masalah kompetisi dan model pendekatan birokrasi menekankan pada kesulitan-kesulitan dalam kontrol, maka pendekatan sistem (system Approach) adalah mengkoordinasikan masalah-masalah konflik yang muncul.
Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.

4) Reorganisasi Struktural (Structural Reorganization)
Cara pendekatan dapat melalui mengubah sistem untuk melihat kemungkinan terjadinya reorganisasi struktural guna meluruskan perbedaan kepentingan dan tujuan yang hendak dicapai kedua belah pihak, seperti membentuk wadah baru dalam organisasi non formal untuk mengatasi konflik yang berlarut-larut sebagai akibat adanya saling ketergantungan tugas (task interdependence) dalam mencapai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga fungsi organisasi menjadi kabur.