Minggu, 01 Desember 2013

Etika penggunaan mesin pencari di internet dalam membuat tugas penulisan

Search Engine atau mesin pencari adalah suatu fasilitas yang pasti pernah digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista, Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya.

Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat dengan cepat menemukan keyword  atau kata kunci yang dituliskan oleh pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.

Dengan adanya mesin pencari, semua hal bisa dicari dengan cepat dan tepat. Karna itu mesin pencari sering digunakan oleh pelajar untuk mencari referensi tugas penulisan. Cukup dengan membuka smartphone atau laptop yang dipunya oleh pelajar tersebut, informasi dan data untuk tugas penulisan langsung bisa didapatkan. Tetapi sayang banyak pelajar yang melupakan etika dari menyunting informasi yang didapat dari mesin pencari. Masih banyak ditemukan bahwa pelajar tersebut melakukan pembajakan atau memplagiat bahwa tulisan tersebut hasil dari pemikirannya sendiri.

Namun dalam menggunakan mesin pencari ini kita hendaknya mematuhi segala peraturan-peraturan yang telah diterapkan pemerintah di dalam UU ITE dan HAKI agar kita terhindar dari sangsi/masalah. Oleh karena itu dalam mengerjakan tugas dengan menggunakan mesin pencari biasakan mencantumkan sumber dari penulisan tugas yang kita buat, jangan mengcopas karya orang tanpa menuliskan sumber, dan jangan pernah mengakui hasil penulisan/karya orang dll.



Minggu, 27 Oktober 2013

Netiquette Dalam Berkomunikasi di Era Sosial Media

Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media social yang biasa duganakan antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Dengan social media banyak sekali keuntungan yang didapat seperti : sebagai alat komunikasi, mencari pertemanan, mencari koneksi, promosi, jualan, dan lain sebagainya.
Dalam menggunakan social media dibutuhkan suatu Netiquette agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Netiquette" adalah kombinasi dari kata "internet" dan "etiket”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pedoman yang ditetapkan untuk perilaku yang tepat dan perilaku yang baik di Internet. Ketika berkomunikasi menggunakan internet, kita tidak bertatap muka dengan dengan pihak lain. Oleh karena itu, netiquette penting untuk menghindari perseteruan akibat salah memahami maksud dan makna yang disampaikan orang lain.
Berikut ini adalah Netiquette dalam menggunakan social media :
-          Berfikirlah sebelum kamu bicara, berbuat, mengepost artikel
-          Menyadari bahwa Beberapa detik setelah klik mempublish status/artikel, orang-orang di seluruh dunia berkemungkinan membaca.
-          Jadilah orang baik di internet! mulutmu harimaumu. apa yang kamu tulis,share,post sesuai dengan cerminan dirimu.
-          Hormati hak pribadi (privacy) orang lain!
-          Jangan mengumbar informasi pribadi di internet. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan.
-          memastikan bahwa tulisan yang saya buat tidak mengandung SARA, karna bagi saya SARA adalah salah satu yang harus saya hindari dalam membuat status di media sosial.

Jumat, 14 Juni 2013

RANGKUMAN BUKU SISTEM BASIS DATA 1

NAMA            : AHMAD ROMDONI
NPM               : 10110410
KELAS           : 3KA15
TUGAS           : BAHASA INDONESIA 2
RANGKUMAN BUKU SISTEM BASIS DATA 1  PENYUSUN : bertalya, Skom., DEA, Hurnaningsih, Skom., MMsi 

BAB I             PENGANTAR BASIS DATA
Penerapan Basis Data
Basis data merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan secara logikal, dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Sistem basis data adalah gabungan antara basis data dan perangkat lunak Sistem Manajemen Basis Data
-          Komponen Sistem Basis Data terdidiri dari : data, perangkat keras, perangkat lunak, pengguna 
-          Keuntungan Pemakaian Basis Data : terkontrolnya kerangkapan data, terpeliharanya kekonsistenan data, data dapat dipakai secara bersama, keamanan data terjamin, terpeliharanya integritas data
-          Kerugian Pemakaian Basis Data  : membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar, dibutuhkan tenaga yang terampil untuk mengelola data, perangkat lunak mahal.     

BAB II            LINGKUNGAN BASIS DATA
Arsitektur Basis Data
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pengguna terhadap basis data dan pembuatan basis data secara fisik yaitu :
-          Eksternal : cara pandang pengguna terhadap basis data
-          Konseptual : kumpulan cara pandang pengguna terhadap basis data
-          Internal : perwujudan basis data dalam computer

Bahasa Dalam DBMS
Database Management Systems (DBMS) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Bahasa yang termasuk dalam DBMS adalah :
-          Data definition language (DDL) : untuk mendefiniskan struktur atau kerangka dari basis data
-          Data manipulation language (DML) : untuk memanipulasi data dalam suatu sistem basis data
 Model data terdiri dari : model data berbasis objek, record, hirarki

BAB III          MODEL RELATIONAL
Karakteristik relasi :
-          Setiap relasi harus mempunyai nama yang harus berbeda dengan relasi lainnya
-          Setiap sel dari relasi mempunyai hanya satu nilai atau atomic
-          Setiap atribut mempunyai nama yang berbeda
Kunci relasi :
-          Super key (kunci super)
-          Candidate key (kunci kandidat)
-          Primary key (kunci utama)
-          Alternate key (kunci alternatif)
-          Composite key (kunci komposit)
-          Foreign key (kunci asing)
Aturan keintegritasan terdiri dari : entity intergrity dan referential integrity
Bahasa query teridiri dari :
-          Bahasa query formal terdiri dari : terprosedur, tanpa prosedur
-          Bahasa query komersial contohnya :
a.       Structure query language (SQL) merupakan kombinasi aljabar dan kalkulus relational
b.      Query language (QUEL) berdasarkan pada kalkulus relasional tupelo
c.       Query by example (QBE) berdasarkan pada kalkulus relational domain

BAB IV          STRUCTURED QUERY LANGUAGE
Komponen-komponen SQL terdiri dari :
a.       Data Definition Language (DDL) digunakan untuk mendefiniskan data dengan menggunakan perintah : create, drop, alter
b.      Data Manipulation Language (DML) digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : select, insert, update, delete.
c.       Data Control Language (DCL) digunakan untuk mengontrol hak para pengguna data dengan perintah: grant, revoke

BAB V            SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA RELATIONAL
DB2 merupakan relational database management system (RDBMS) yang memungkinkan pengguna melakukan CREATE, UPDATE dan CONTROL terhadap basis data relasional dengan menggunakan SQL. DB2 didesain untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam bisnis berskala kecil maupun besar.
Kelebihan DB2:
-          Memenuhi kebutuhan bisnis untuk aplikasi-aplikasi baru
-          Menawarkan open hardware dan system integration

BAB VI          MODEL DATA ENTITY-RELATIONSHIP   
Model data Entity-Relationship (ER) merupakan model data konseptual tingkat tinggi yang dikembangkan oleh Chen pada tahun 1976 untuk memfasilitasi perancangan basis data. Konsep dasar ER terdiri dari : entitas, atribut dan relationship.
Proses transformasi diagram ER ke database relasional terdiri dari :
1.        Transformasi Entitas Kuat
2.         Transformasi Atribut Bernilai Banyak
3.         Transformasi Entitas lemah
4.         Transformasi Relationship Berderajat satu 1:N
5.         Transformasi Relationship Berderajat Satu M:N
6.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan Partisipasi Total
7.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan Salah Satu Berpartisipasi Total
8.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:1 dan keduanya Berpartisipasi Parsial
9.         Transformasi Relationship Berderajat dua 1:N dan Sisi N Berpartisipasi Total
10.      Transformasi Relationship Berderajat dua 1:N dan Sisi N Berpartisipasi Parsial
11.      Transformasi Relationship Berderajat dua M:N
12.     Transformasi Relationship Berderajat tiga

BAB VII         NORMALISASI
Normalisasi adalah suatu teknik untuk memproduksi suatu rangkaian relasi-relasi dengan property-properti yang diinginkan untuk memenuhi permintaan-permintaan data suatu organisasi
Proses normalisasi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
-          First Normal Form/1NF ( Bentuk Normal Pertama )
-          Second Normal Form/2NF ( Bentuk Normal Kedua )
-          Third Normal Form/3NF ( Bentuk Normal Ketiga )